|
|
Balita-Anda OnlinePanduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Balita
|
|
|
|
|
Aggota Online
0 users
and 38 guests
online
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:45 |
|
Tak seperti orang dewasa, bayi menghabiskan belasan jam per hari untuk tidur. Bagaimana agar ia terbiasa tak terbangun di malam hari?
Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Bahkan bayi yang baru lahir, bisa menghabiskan waktu sekitar 16-18 jam per hari untuk tidur. Dengan bertambahnya umur, waktu tidurnya pun berkurang. Bayi usia setahun menghabiskan waktu antara 14-16 jam. “Di atas usia setahun, bisa menghabiskan waktu antara 10-12 jam,” jelas dr. Asril Aminullah, Sp.AK. dari bagian Perinatologi, Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:42 |
|
Bayi Anda cenderung rewel saat waktu tidur tiba? Mungkin ada yang salah dengan pola tidurnya sehingga bayi ‘bingung’ mengenali jam tidur. Bagi bayi, tidur memiliki manfaat yang sangat besar untuk tumbuh kembangnya. Pertama, untuk memberi kesempatan mengistirahatkan tubuh. Kedua, untuk memberi kesempatan meningkatkan proses metabolisme, yakni proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan.
Saat tidur pertumbuhan fisik bayi akan terpacu. Dengan begitu, lama tidaknya tidur bayi berkait erat dengan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan kesehatan fisiknya secara umum. Bayi yang tidurnya kurang biasanya pertumbuhan fisiknya tak sebagus bayi yang tidurnya cukup.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:40 |
|
Sembelit merupakan kondisi di mana frekuensi buang air besar (BAB) tidak lancar dan kondisi feses (kotoran) yang keras dan kering. Akibatnya, feses sulit dikeluarkan atau ketika dikeluarkan menimbulkan rasa nyeri. Sembelit terjadi karena adanya perlambatan pergerakan feses pada usus besar, faktor umur, pola makan, dan kebiasaan si anak sendiri.
Feses merupakan produk akhir metabolisme yang harus dibuang. Apabila tetap ada di usus besar, zat tertentu dalam feses itu dapat meracuni tubuh. Makin lama di dalam usus besar, akan menyerap air, sehingga tinja makin keras dan makin sulit dikeluarkan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:32 |
Apakah mimisan berbahaya?
Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif, juga tidak disertai gejala lain seperti demam, orangtua tak perlu kelewat khawatir.
Mengapa dari hidung sering keluar darah atau mimisan? Maklum saja, hidung punya banyak pembuluh darah, terutama di balik lapisan tipis cupingnya.
Mengapa mimisan paling sering terjadi pada anak? Selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 12 Juli 2010 07:27 |
|
Bayi yang baru dilahirkan selalu ingin mengisap sesuatu untuk mendapatkan rasa tenang dan nyaman. Tak heran jika banyak orang tua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika kita mempunyai seorang bayi. Tapi, apakah dot aman bagi si bayi? Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 3 dari 49 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|