|
Tips
|
|
Ditulis oleh Hasbullah de Macassart
|
|
Jumat, 29 Januari 2010 08:07 |
|
Mencatat perkembangan bayi Anda dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk melihat dia tumbuh, terutama jika Anda menggunakan sistem lembar memo untuk mencatat semua perkembangannya. Dari senyum pertama hingga pesta pertamanya, orangtua yang mencatat dalam lembar memo perkembangan anak-anak mereka dapat menjadi lebih baik untuk terus menjaga mereka; hal tersebut akan memberikan catatan tahun-tahun awal bayinya.
Tubuh orang dewasa bekerja sepanjang waktu, tetapi tubuh kita jarang untuk tumbuh terus. Sebaliknya, Anda akan melihat bahwa anak Anda memiliki pertumbuhan pesat sekali dalam waktu yang relatif singkat. Dokter anak Anda akan membandingkan pertumbuhan anak Anda menggunakan grafik persentil; Anda dapat menemukan grafik seperti ini di website ini jika Anda ingin untuk menandai perkembangan anak Anda terhadap perkembangan yang ideal. Tetapi jika Anda hanya berencana untuk membuat grafik pertumbuhan bayi Anda sebagai hobi yang menyenangkan, Anda tidak perlu khawatir tentang persentil.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Hasbullah de Macassart
|
|
Kamis, 28 Januari 2010 07:44 |
|
Jawaban atas pertanyaan ini adalah "ya". Jawabannya juga "tidak"! Jawaban lengkapnya adalah seperti pada semua manusia, bayi perlu mengambil air untuk bertahan hidup. Tapi dalam kenyataannya mereka tidak benar-benar perlu minum air, dokter anak menyarankan agar tidak memberikan bayi Anda air tawar atau air suling hingga dia berusia enam bulan. Bayi mendapatkan kebutuhan air mereka dengan minum ASI atau susu formula, yang keduanya sebagian besar merupakan air.
Alasan dokter agar Anda tidak memberi bayi Anda air tawar adalah karena air tersebut mudah untuk mengisi perut bayi; beberapa ons saja akan sangat berpengaruh. Bayi harus mengisi perutnya dengan makanan untuk mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Setelah bayi Anda telah tumbuh gigi, dia akan perlu fluorida untuk mendukung gigi barunya, sehingga memberikan air minum adalah cara yang baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi sampai saat itu, biarkanlah bayi Anda mendapatkan air dari ASI atau susu formula.
Jika bayi Anda panas, dokter anak Anda mungkin menyarankan Anda untuk memberikan kepadanya lebih banyak cairan. Biasanya, dokter akan menyarankan cairan seperti Pedialyte, yang mengandung nutrisi untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit anak Anda. Sekali lagi, jangan memberi bayi Anda air dari cairan lain kecuali dokter menyarankannya
|
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 14 Januari 2010 12:38 |
1. PUDING ROTI APEL
BAHAN :
150 gr apel, cuci belah empat dan buang bagian tengahnya 75 gr roti tawar buang tepinya dan iris kecil 50 ml susu formula
CARA MEMBUAT : - Panaskan dandang dan kukus apel selama 10-12 menit kemudian angkat. - Kupas kulit apel, masukkan dalam blender dan haluskan hingga jadi pure. - Campur Roti dengan susu formula, aduk sampai roti lunak. - Tuang campuran roti dan susu formula ke dalam mangkuk dan sajikan dengan pure apel.
Catatan : - Susu formula bubuk sesuai dengan yang biasa Anda berikan pada bayi - Boleh gunakan susu formula karena susu karena susu tidak dimasak diatas api pada saat puding roti apel diolah - Susu formula dibuat dari 50 ml air hangat matang dicampur dan diaduk rata dengan 2 sendok takar susu formula bubuk. - Untuk 1 porsi (1 porsi = 309 kalori)
|
|
Selengkapnya...
|
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 09 November 2009 08:03 |
Membersihkan Muntah Langsung bersihkan bekas muntah dengan lap basah atau kering agar tak sempat berkontak terlalu lama dengan kulit si bayi. Kalau tidak, kulit akan memerah atau terjadi iritasi, yang berarti harus dilakukan pengobatan khusus.
Untuk membersihkan bekas muntah pada perabot atau lantai maupun pakaian yang terkena muntah, gunakan campuran air dan soda kue. Selain dapat menghilangkan noda yang menetap, juga akan menghilangkan baunya.
Mencegah Muntah Masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan para ibu untuk mencegah kemungkinan bayi muntah, yakni:
- Jangan memberi minum susu selagi bayi menangis. Berhentilah menyusui untuk menenangkannya.
- Tegakkan bayi setegak mungkin selama dan beberapa waktu setelah minum susu.
- Pastikan dot botol tak terlalu besar atau terlalu kecil, dan botol dimiringkan sedemikian rupa sehingga susu, bukan udara, yang memenuhi bagian dotnya.
- Jangan mengangkat-angkat si bayi selama atau sesudah ia minum. Jika mungkin letakkan dan ikat sebentar si bayi pada kursi bayi atau kereta dorongnya.
- Jangan lupa membuat bayi bersendawa.
(stumbleupon)
http://www.balita-anda.com |
|
Tips
|
|
Ditulis oleh Ratna Respati
|
|
Kamis, 17 September 2009 13:10 |
|
Saat masih single, mudik sampai berjejal-jejal dan ‘ditumpuk’ dengan pemudik lain di dalam kendaraan, saya sih hayu aja. Tapi kalau bawa anak? Oh, no… no.. no!!!
Makanya, sebelum punya kendaraan sendiri pun, saya dan suami sampai pinjem mobil buat mudik. Kalau ngga begitu, mendingan ngga mudik aja. Paling kalau sampai ngga mudik, kami dijemput orangtua kami biar bisa pulang ke kampung halaman Dulu gitu loh…
O, ya. Ini persiapan dan perlengkapan mudik kalau bawa anak-anak.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 of 4 |